De Buron

De Buron

by Maria Jaclyn

Dia selalu memendamsendiri masalah yang dihadapinyadan berusaha tegar.

Hidup tidaklahsederhana baginya: hubungan keduaorangtuanya di ujung tanduk dan dia kerap menerima surat kaleng yang mengancam karena dia pacaran dengan cowok paling populer disekolah.

  • Language: Indonesian
  • Category: Romance
  • Rating: 3.51
  • Pages: 248
  • Publish Date: June 2005 by Gramedia Pustaka Utama
  • Isbn10: 9792213961

Read the Book "De Buron" Online

Ditambah lagi dengan adanya surat kaleng dari cewek tidak dikenal yang ngata-ngatain Kimly itu jeleklah, gak tau malu, dan gak pantes jadian ama Niko.. Ditya ngotot kalo dia gak bersalah dalam kasus pembunuhan yang dituduhkan ama dia., makanya dia kabur dan sembunyi..eh..malah nyasar kerumah Kimly.. Sejak kenal Ditya lah hidup Kimly berubah.,jadi lebih ceria dan berwarna.. Seiring berjalannya waktu, mereka malah jadi deket dan Ditya itu pengertian banget.. Bener kata Kimly, Niko itu gak ada apa-apanya kalau dibandingin ama Ditya!

Waktu itu, gue langsung suka dengan novel ini, juga suka sama Ditya, meski gue tetap enggak bisa suka sama pisang, hehe. Waktu itu, gue baca buku ini hanya untuk senang-senang aja, enggak merhatiin alur, karakteristik, atau gaya menulis. Gue masih suka sama John Rzeznik, masih suka juga sama lagu Iris, tapi tetap enggak bisa suka sama pisang, hehehe.

Sejujurnya De Buron udah lama banget menarik perhatianku, bahkan aku pernah baca bagian akhirnya dan karena cuman penasaran aja gitu. Seorang cewek yang benci hubungan Kimly dengan cowok brengsek itu. Cewek itu setiap hari memborbardir Kimly dengan surat-surat gajelas deh. Nama pemuda itu, Raditya, dia bisa dibilang cukup terkenal di koran-koran karena dia adalah buronan, dan dia dituduh membunuh bos ayahnya. Yang bikin tambah terkenal adalah karena muka pemuda itu yang lumayan ganteng, bahkan sahabat-sahabat Kimly pun ngefans sama buronan ini. Akhirnya, Raditya pun menjelaskan situasinya, dan memohon pertolongan Kimly untuk numpang di kamarnya. Aku bahkan bisa menyelesaikannya dengan cukup cepat karena begitu banyak hal-hal seru disini. Dia bisa membangkitkan semangat Kimly yang udah terpuruk abis-abisan, ya pokoknya membuat orang lain lebih happy. Kayak kalo emang si Raditya ini keukeuh ngerasa gak bersalah, harusnya kan dia nyerahin diri ke polisi, dan keadilan pasti bisa ditegakkan.

Dan gak ada kesan sama sekali, jadi itu mungkin sebabnya aku ngasih dua bintang. Terbukti, aku sama sekali gak ingat persis ceritanya. Tapi gak tahu kenapa saat awal masuk kuliah aku kepikiran terus sama novel ini. Dulu aku sama sekali gak tertarik sama novel ini, tapi tahu-tahu 4 tahun kemudian aku kepikiran sama buku ini, nggak ada angin nggak ada hujan, dan pengen banget punya. Sisanya aku gak ingat sama sekali, termasuk endingnya yang sweet itu >_< Hhhhh.... kenapa dulu aku bisanya menilai buku ini dengan hanya dua bintang, hah???

Kimly tidak akan pernah menyangka kalau buronan ganteng yang fenomenal itu, akan masuk ke kamarnya dan bersembunyi disana. Raditya ternyata cowok remaja yang suka pisang, yang suka nyanyi dan liriknya pas banget sama isi hati Kimly, yang jago matematika, yang suka bersihin kamar mandi, dan buang kulit pisang pada tempatnya. Aku tertarik sama cover-nya yang eye-catching banget, juga sinopsisnya yang menurutku menarik. Tapi ternyata isi konfliknya sendiri banyak menceritakan tentang masalah-masalah remaja yang berputar keluarga dan pacar, juga penerimaan diri. Meski sepertinya bukan genre yang 'gue banget', tapi aku suka. Soalnya pesan-pesan yang dikandung novel ini lumayan bagus :) Akhir kata, 3,5 bintang dibulatkan ke 4 buat kisah Kimly dan Raditya :)

Ceritanya ada buronan berumur 18 tahun yang masuk dalam daftar pencarian polisi karena kasus pembunuhan seorang direktur perusahaan. Sedagkan, Kimly sedang sibuk membicarakan laki-laki buronan itu (karna menjadi berita utama di koran) 4 dari 5 bintang. Oya rambutnya Ditya panjang ya :/ padahal bagusan pendek XD "Pisang itu buah kebahagiaan!" XD Aku kurang suka dengan penyelesaian masalahnya orang tua Kimly. Padahal waktu menuju pengadilan, keduanya tidak terjadi komunikasi satu sama lain.

De Buron masuk dalam daftar teenlite favoritku, ceritanya nggak njelimet, ringan, tapi juga berbobot. novel ini romantis tapi juga nggak terlalu menye menye. suka juga sama karakter kimly yang tegar, care sama orang lain, baik juga sama si 'mbok', pinter lagi.