Mamimoma

Mamimoma

by Rosemary Kesauly

Empat cewek yang sama-sama sekolah di SMA Benedict 1 ini sekilas kelihatan bahagia. Padahal di balik senyum gembira itu, mereka masing-masing menyimpan masalah.

  • Language: Indonesian
  • Category: Asian Literature
  • Rating: 3.07
  • Pages: 241
  • Publish Date: 2005 by PT Gramedia Pustaka Utama
  • Isbn10: 9792217525
  • Isbn13: 9789792217520

Read the Book "Mamimoma" Online

Puisi ini menginspirasi Rosemary Kesauly untuk menulis cerita tentang empat remaja yang duduk di bangku SMA bernama sama. Benang merah dari novel ini adalah persoalan-persoalan yang dihadapi oleh remaja dan bagaimana sebuah persahabatan teruji oleh berbagai persoalan itu. Maggie yang terjebak dalam stereotipe bahwa berambut lurus dan kulit putih itu cantik.

Persahabatan empat cewek remaja ini bermula dari sebuah puisi karya E.E. Cummings yang memuat nama mereka semua, Maggie, Milly, Molly, dan May, disingkat Mamimoma. Molly yang paling kasar dan sinis di antara mereka, bicaranya selalu ketus dan kadang membuat marah, yang biasanya tersulut adalah Maggie karena Molly sering berterus terang akan rambutnya, di mana temannya yang lain tidak ada yang berani bicara jujur. Maggie yang memiliki segalanya ternyata tidak pernah puas, misalkan dalam hal penampilan, dia terobsesi untuk menjadi cantik seperti gadis sampul. Hal tersebut juga dialami oleh Milly, kebalikan dengan Maggie, cewek cantik tersebut tidak pernah marah bila dikatai pincang, atau lebih tepatnya terbiasa dan punya tangkisan untuk membungkam orang yang mengejeknya. Dalam hal ini penulis berpesan bahwa tidak ada yang sempurna, selalu ada cacat, dan bagaimana kita membuat cacat itu tidak menjadi kelemahan terbesar kita, kita harus berani dan percaya diri. Molly mungkin anak yang tak diharapkan, dia tidak pernah bertemu dengan ayahnya, ibunya selalu pulang pagi bahkan ada selentingan kalau dia pelacur. Banyaknya karakter dan masalah mereka masing-masing, tidak membuat penulis kehilangan fokus, tidak ada yang benar-benar dominan, karena Mamimoma memang bercerita tentang Maggie, Milly, Molly dan May. Kalau ditanya siapa karakter favorit saya, maka saya memilih Milly. Saya suka ketika dia memberanikan diri mengikuti kontes Cewek Shiny, bukan hanya yang memiliki fisik sempurna yang bisa mengikuti kontes tersebut, seharusnya setiap remaja berkesempatan, karena cantik dan sempurna tidak hanya dilihat dari fisik semata. Mamimoma adalah buku remaja tentang persahabatan yang kaya akan permasalahan, bacalah, mungkin di antara kita memiliki kisah yang sama; tidak pernah puas dengan diri kita sendiri, tidak sempurna secara fisik, dianggap sampah masyarakat, pura-pura bahagia, atau menjadi orang lain agar diterima.

Buku ini mengisahkan cerita 4 orang gadis yang bersahabat, namanya Maggie, Milly. Molly dan May. Keduanya jadi satu karena puisi Maggie and Milly and Molly and May karya EE. Maggie yang kaya raya & tinggal di keluarga harmonis tapi tidak PD dgn penampilannya. Milly, memiliki kecantikan seperti model tapi merasa tidak PD dgn kecacatan kakinya, yang jg membuatnya merasa dibuang oleh keluarganya. Semua itu krn dia tidak PD memiliki ibu yg senang mabuk dan jd gunjingan tetangga2nya. Tinggal dlm keluarga yang kelihatan harmonis, padahal di dalamnya byk kepalsuan Mereka bersahabat, saling berbagi susah dan senang.

Dengan sifat yang sangat berbeda ini, bagaimana mereka berempat bisa bersahabat ? Lucunya di buku ini, awal mereka sahabatan itu karena Maggie menemukan sebuah puisi yang isinya memuat nama mereka berempat. Dan May yang orangtua nya selalu sibuk dengan diri mereka sendiri.

Buku ini mengajak kita menyelami permasalahan dalam lingkar persahabatan, sekaligus juga mengajak kita mengenal tiap anggotanya dengan sangat baik. Membuat kita menyadari butuh banget jadi orang yang empati jika teman sendiri memang sedang bersedih. Aku cukup menyukai novel ini, hanya saja aku merasa ada yang kurang, nanggung.

MAMIMOMA adalah singkatan dari Maggie, Milly, Molly, dan May yang sepertinya terinspirasi dari puisinya E..E. Cummings yang judulnya Maggie and Milly and Molly and May. Sebenarnya, kusudah pernah membaca ini waktu SMP. Namun, karena kakinya yang berbeda dari anak lainnya, Milly dibuang keluarganya dan tinggal berdua dengan kakeknya yang protektif dan sering ditipu kalau belanja di pasar. Molly, si cuek, ketus, keras, menentang masuk kelas unggulan karena enggak suka pengkotak-kotakan dan seperti anak yang kelihatannya kuat-tegak-menantang bumi, ada cerita suram nan sedih di baliknya. Mungkin waktu SMP kumenyukai MAMIMOMA karena bahasanya ngalir, humornya ala-ala hiperbola, cerita remaja yang enggak berputar ke cinta-cintaan plus enggak ada cerita naksir ketua osis pujaan atau anak basket yang lama-lama membosankan.