A Very Yuppy Wedding

A Very Yuppy Wedding

by Ika Natassa

Namun di usianya yang meninjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya.

Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding, calon mertua yang perfeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya.

Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berikan untuk Adjie tidak sia-sia, ketika ia menghadapi kenyataan bahwa tunangan sempurnanya mungkin berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri.Welcome to the world of Andrea Siregar, the woman with the most rational job on the planet as she is making the most irrational decisions in her own personal life.

  • Category: Romance
  • Rating: 3.45
  • Pages: 288
  • Publish Date: October 2007 by Gramedia Pustaka Utama

Read the Book "A Very Yuppy Wedding" Online

Shopaholic series, Devil wears Prada, The Nanny Diaries also mention brand many times, but the difference is ...

Banyak istilah ngenggres, nama brand dimana - mana, bahasa "loe-loe-gue-gue-oke" (ini candaan masa SD dulu ngadapin anak tetangga yang orang Jakarta, wakakak), SARA alias rasis dimana - mana (emang ada yang salah sama ORANG JAWA??), karakter2nya yang shallow abis. Saia ga peduli, Andrea ini mau orang Batak kek, orang Jawa kek, Melayu atau Bugis atau apalah, cewek itu NGGA SOPAN ngomong mampus, apalagi sampai berkali - kali. Beberapa hal aku bisa relate sih ke Andrea (iya, saia ini juga kadang selfish XP), tapi aneh melihat dirinya yang liberal dan sangat alpha merasa insecure akibat hal yang ngga jelas. Cuma ya konyol lihat Andrea insecure sama mantannya Adjie dan juga si Ajeng, bawahan Adjie, hanya karena dua cewe itu adalah orang Jawa. Saia terus terang ga suka sama penggambaran Ika tentang orang Jawa di buku ini. Ngga kali ya #ngomongsendiri Beberapa bagian di buku ini kayak berasa bukan baca tentang Andrea, tapi tentang Ikanya sendiri. Ini buku mah harusnya dilabelin "buku khusus untuk kaum jetset", soalnya saia yang kaum pinggiran, walau dah tinggal di Jakarta dua tahun, sumpah ngga ngerti sama nama - nama brand di buku ini. Walau untuk yang ini saia maklumi, karena misua dulu sebelum nikah juga panggilnya "Cinta" . Walau nilai minusnya adalah dia kebanyakan pake istilah bahasa Inggris, sesuatu yang disayangkan banget deh (atau, lagi - lagi rumusan tak tetap Metropop itu, harus ada ngomong Enggresnya????).

However, the main character just irritated the heck out of me. And no, I don't consider good looks, brand-conscious personality and wishy-washy decision-making lovable.

Dari sampulnya saja, orang sudah bisa menebak klo sang tokoh utama dalam buku ini must be a very busy person, punya deadline dan taget yang ketat, dll. Sepintas ni novel narsis bgt , cerita soal borjunya orang2 yang kerja di perbankan, banyak menyebut istilah2 bisnis, tempat2 makan atau hang out serta merek2 baju n pernik2nya dan nama2 perancang yang jauh di luar anganku namun mungkin biasa aja bagi kaum sosialita di ibukota.Bayangkan saja, mereka dapat apartemen dinas, mobil dinas, perjalanan bisnis-entah itu OTS atau sekadar main golf sama klien-sampai pelatihan di luar negeri. Andai Ika Natassa mau ngajarin Cinta Laura EYD-nya bahasa inggris Bagian yang paling aku suka waktu saking malesnya Andrea dikejar2 sama wedding plannernya soal makanan bakal suguhan pesta, dengan entengnya dia bilang mo kasi Cheetoz ajah.

Aku juga jadinya ingin menulis cerita dengan gaya yang seperti itu :))) Dan, pengetahuan Kak Ika soal orang-orang yang bekerja di bank keren sekali; rutinitas mereka, apa yang dilakukan oleh orang-orang di bank yang bekerja di belakang layar (karena aku cuma tahu orang-orang di teller aja sih) jadi lewat buku ini, aku jadi tau "Oh ada juga ya pekerjaan kayak gitu di bank", atau "Wew, kerja di bank berat juga yaa :O", dan "Serius, kerja bisa sampai jam satu malem atau jam dua-an?" Jadi, lewat buku ini, sepertinya aku jadi satu dan dua hal lainnya soal dunia perbankan :))) Kak Ika sendiri kan memang kerja di bank, makanya dia jadi bisa menuliskan seperti apa dunia orang-orang yang kerja di bank dengan baik :)) Dan, aku yakin setiap buku punya pembacanya :) Hanya saja, "A Very Yuppy Wedding" sebagai buku pertama Kak Ika yang aku baca, bukan buku yang aku suka. Sampai saat terakhir aku membaca buku ini, aku masih belum mengerti sepenuhnya Andrea dan Adjie :") Satu-satunya yang masuk akal bagiku adalah Tania. Aku hanya tidak menduga saja bahwa pengalaman membaca buku Kak Ika untuk pertama kalinya, ternyata seperti ini. Aku benar-benar tidak mengerti saja dengan buku ini karena karakter-karakternya yang... Karena bertentangan itulah, aku jadi sulit mengerti buku ini; apa sih yang diinginkan Andrea?

Saya suka buku ini, emosi Andrea dan Adjie dapat saya rasakan. Andrea dan Adjie, pasangan yang bisa dikatakan sering terlibat perdebatan. Kalau kata Adjie mah "Harus ada yang tenang dalam hubungan ini, dan jelas bukan kamu orangnya." jadi sepertinya Adjie memang cocok buat Andrea, sabar ya Adjie, tapi jangan juga terlalu sabar.

The life of a business banker is 24/7, and for Andrea, it feels like 8 days in a week.

Gambaran bankernya jelas banget karena memang penulis adalah seorang banker jadi no question marks here :) Seandainya ini novel pertama yang aku baca instead of ANTOLOGI RASA, mungkin kesannya akan beda. Novel2 Mbak Ika yang lain, Divortiare, Twivortiare, A Very Yuppy Happy Wedding masih belum bisa menyaingi ANTOLOGI RASA menurutku.

IKA NATASSA is an Indonesian author who is also a banker at the largest bank in Indonesia and the founder of LitBox, the first literary startup of its kind in the country, which combines the concept of mystery box and onine promotions for writers. It's the first literary startup company of its kind, aiming to provide readers with recommended books, to help writers get their writings read by people, and to help publishers introduce new talents to the market.